Kamis, 15 Desember 2011

Komunikasi dalam Kepemimpinan

BAB I
PENDAHULUAN
Komunikasi merupakan salah satu faktor yang penting dalam menjalankan proses administrasi dan interaksi antar elemen pada suatu organisasi atau lembaga, baik internal maupun eksternal. Tanpa adanya jalinan komunikasi yang baik dan benar besar kemungkinan semua proses di dalam organisasi/lembaga tersebut tidak akan dapat berjalan dengan maksimal dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kemampuan komunikasi yang baik akan sangat membantu semua proses yang ada dalam suatu organisasi/lembaga.
Terkait dengan kepemimpinan maka komunikasi yang baik sangatlah penting dimiliki oleh suatu pemimpin karena berkaitan dengan tugasnya untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, mendorong anggota untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta mencapai efektifitas dalam kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, koordinasi, latihan, manejemen konflik serta proses-proses organisasi lainnya. Lalu bagaimana mungkin komunikasi bisa berjalan dengan baik jika seorang pemimpin tidak memberikan “kenyamanan” malahan yang ada adalah “ketakutan” bagi “bawahannya” dalam menyampaikan informasi kepadanya?
Hal inilah yang akan dibahas dalam penyusunan makalah ini yaitu mengenai :
1.      Bagaimana konsep komunikasi kepemimpinan yang baik?
2.      Apakah fungsi komunikasi kepemimpinan?
3.      Hambatan apa saja yang sering dialami dalam komunikasi kepemimpinan?
4.      Apakah urgensi komunikasi organisasi bagi pemimpin?












BAB II
PEMBAHASAN

1.                  Konsep Komunikasi Kepemimpinan
Pengertian komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin communis atau dalam bahasa inggrisnya common berarti sama. Apabila kita berkomunikasi berarti kita dalam keadaan berusaha untuk menimbulkan suatu persamaan dalam hal sikap dengan seseorang. Jadi pengertian komunikasi secara harfiah adalah proses menghubungi atau mengadakan perhubungan.[1]
Dalam komunikasi diperlukan sedikitnya tiga unsur  yaitu sumber (source), berita atau pesan (message), dan sasaran (destination). Sumber dapat berupa individu atau organisasi komunikasi. Berita atau pesan dapat berupa tulisan, gelombang suara atau komunikasi arus listrik, lambaian tangan, bendera berkibar, atau benda lain yang mempunyai arti. Sasaran dapat berupa seorang pendengar, penonton, pembaca, anggota dari kelompok diskusi, mahasiswa, dan lain-lain.
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu.[2]  Komunikasi organisasi adalah proses penciptaan makna atas interaksi yang menciptakan, memelihara, dan mengubah organisasi. Struktur organisasi cenderung mempengaruhi komunikasi, dengan demikian komunikasi dari bawahan kepada pimpinan sangat berbeda dengan komunikasi antar sesamanya.
Di dalam organisasi dikenal dengan susunan organisasi formal dan informal.  Komunikasi formal mengikuti jalur hubungan formal mengikuti jalur hubungan formal yang tergambar dalam struktur organisasi. Komunikasi informal arus informasinya sesuai dengan kepentingan dan kehendak masing-masing pribadi yang ada dalam organisasi tersebut.
Di dalam sebuah organisasi pemimpin adalah sebagai komunikator. Pemimpin yang efektif pada umumnya memiliki kemampuan komunikasi yang efektif sehingga sedikit banyak akan mampu merangsang partisipasi orang-orang yang dipimpinnya. Dia juga harus piawai dalam melakukan komunikasi baik komunikasi verbal maupun non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan menggunakan kata-kata, sementara komunikasi non verbal adalah komunikasi yang tidak disampaikan dengan menggunakan kata-kata, berisi penekanan, pelengkap, bantahan, keteraturan, pengulangan, atau pengulangan informasi verbal. Komunikasi verbal yang baik dapat dilakukan dengan menggunakan tutur kata yang ramah, sopan, dan lembut. Komunikasi non verbal dapat dilakukan dengan mengkomunikasikan konsep-konsep yang abstrak misalnya kebenaran, keadilan,etika, dan agama secara non verbal misal menggunakan bahasa tubuh.

2.      Fungsi Komunikasi kepemimpinan
Menurut weihric dan Koontz ada 6 fungsi yaitu :[3]
·         Menetapkan dan menyebarkan tujuan organisasi
·         Mengembangkan rencana untuk mencapainya
·         Mengorganisasi SDM dari sumber-sumber lain untuk menciptakan cara yang paling efektif dan efisien
·         Memilih, mengembangkan, dan menilai anggota-anggota dari organisasi
·         Mengarahkan, mengatur, memotivasi, dan menciptakan suatu iklim dimana para komunitas bersedia untuk berkontribusi
·         Mengontrol aksi/tindakan/kineria
Menurut Robbins ada 4 fungsi utama komunikasi yaitu :[4]
·           Kendali (control/pengawasan)
·           Motivasi
·           Pengungkapan emosional
·           Informasi
3.      Hambatan-hambatan dalam komunikasi kepemimpinan
a.       Hambatan dalam proses komunikasi pada umumnya
·         Hambatan yang bersifat geografis
Proses komunikasi yang terjadi antar dua individu atau lebih akan mudah berlangsung jika kedu-duanya berada dalam tempat yang tidak berjauhan. Tetapi bila berjauhan maka aka nada kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi.
·         Hambatan yang bersifat biologis
Yaitu dikarenakan perbedaan biologis manusia contohnya panca indra, tidak semua punya panca indra lengkap/normal.
·         Hambatan yang bersifat teknis
Didapati pada alat-alat komunikasi massa yang tidak selamanya bekerja dengan normal/sempurna
·         Hambatan yang bersifat sosil-budaya
Ada pertentangan paham/ideology di antara golongan dalam masyarakat sehingga sulit dipertemukan.
b.      Hambatan komunikasi yang berhubungan dengan penugasan kerja
·         Apa yang di katakana kepada bawahan
Komunikasi biasanya akan lancer bila menyangkut kepentingan pribadi/nasib bawahan dan sebaliknya
·         Kapan hal itu dikatakan
Apabila informasi disampaikan dalam waktu yang sudah kadaluarsa maka komunikasi tidak akan berhasil baik
·         Cara mengatakan
Apabila informasi disampaikan dengan kata-kata yang baik, ramah, menaruh kepercayaan pada bawahan maka komunikasi akan berjalan dengan baik begitu pula sebaliknya.
4.      Urgensi Komunikasi Kepemimpinan
a.       Untuk mengirimkan penetapan-penetapan kebijaksanaan dan instruksi-instruksi melalui tingkatan-tingkatan
b.      Untuk mengembalikan saran-saran
c.       Untuk memberitahukan tentang tujuan-tujuan organisasi kepada bawahan secara menyeluruh








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Komunikasi dalam sebuah kepemimpinan merupakan suatu unsure yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan yang akan diraih oleh suatu organisasi. Oleh karena itu seorang pemimpin hendaklah piawai dalam berkomunikasi baik itu verbal maupun non verbal.  Komunikasi yang baik  akan  akan mampu meningkatkan motivasi, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan hal ini akan mampu meningkatkan kinerja serta control kerja juga akan terlaksana dengan baik
























Daftar Pustaka

Moedjiono Imam,2002,”Kepemimpinan dan Keorganisasian”,(Yogyakarta : UII Press)
Munir Abdullah,2008,”Menjadi Kepala Sekolah Efektif”,(Yogyakarta:Ar-Ruzz Media)


[1] Imam Moedjiono,”Kepemimpinan dan Keorganisasian”(Yogyakarta:UII Press,2002),hal165
[2] Ibid hal 167
[3] Abdulah Munir, (Yogyakarta :Ar-Ruzz media,2008), hal44
[4] Ibid hal 45

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar